Minggu, 12 Januari 2014

Lorong Dimensi (Arti Sahabat)



“Lo gila ya Fay? Gimana bisa lo nyomblangin gue sama mantan lo.” Sergah Reina.
“Faras sendiri yang minta, ya gue kabulin.” Jawab Faya.

Memang benar apa kata pepatah; mati satu tumbuh seribu. Setelah hampir satu tahun kepergian Dias, muncul seorang yang ingin jadi pengganti Dias dikehidupannya Reina. Faras adalah mantan pacar sahabatnya Reina, dia juga kakak kelas Reina di SMA sekarang Faras masih kelas 3. Faras lebih sering menghubungi Reina, dia sengaja meminta nomor handphone Reina pada Faya. Sebenarnya Reina merasa tak nyaman sama Fay, tapi perhatian Faras membuatnya luluh. Tapi untuk sekedar melupakan Dias bolehlah pikirnya. Hingga suatu saat.
“Re, gue sayang sama lo. Lo mau kan jadi hawi gue?” ucapan Faras mengagetkan Reina.
“Kak, lo mantan sahabat gue, gue nggak mungkin jadian sama mantan sahabat gue sendiri. Gue takut dia tersakiti.”
“Udahlah Re, Fay tidak apa-apa kok. Dia ikhlasin gue, gue tuh cuma temenan aja sama dia sekarang.”

Tiba-tiba panggilan teleponpun tertahan, dan tiba-tiba ada suara Fay.
“Re, santai aja. Kita udah nggak ada apa-apa, lagian gue nggak mungkin ngabulin permintaan dia buat minta comblangin sama lo kalau gue masih sayang sama dia.” Ucap Faya.
“Tapi  Fay…”
“Sebenarnya gue masih cinta sama kak Faras, tapi berhubung buat sahabat gue tak apalah.” Hati kecil Fayapun berbicara.
“Udah denger sendiri kan? Fay aja gak apa-apa.” Faras memotong kalimat Reina dan Fayapun mematikan teleponnya.
“Jadi gimana?” Tanya Faras lagi.
“Sebenernya sih gue juga sayang sama lo cuma..”
“Thanks ya Re, gue seneng banget. Jadi lo mau jadi pacar gue.” Lagi-lagi Faras memotong kalimat Reina. Dia hanya bisa menganggukkan kepala.
“Iya kak.” Jawab Reina kemudian.

*SKIPTHISDAY*
Tak terasa sudah seminggu Reina jadian sama Faras. Memang indah, karena perhatian Faras mampu melunakkan hatinya. Namun lama-kelamaan Reina semakin merasa bersalah dengan Faya. Hingga suatu hari Faras terkejut dengan ucapan Reina.
“Kak, kayaknya hubungan kita udah gak bisa dilanjutin lagi deh. Gue terus merasa bersalah sama Fay, gue tahu perasaan dia gimana ngeliat kita jalan berdua. Walaupun dia nggak bilang, tapi aku tahu.” Ucap Reina.
“Re, Faya tak seperti itu. Dia ikut seneng kok ngeliat kita. Lagian tak ada apa-apa juga kan, nggak ada yang berubah kan dari sikap Fay semenjak kita jadian.”
“Iya, tapi gue tahu perasaan dia sebenarnya. Lebih baik kita temenan aja dulu ya.” Reina tetap nekad pengen putus sama Faras. Sesaat dia terdiam.
“Hmm yasudah kalau memang itu mau kamu. Tapi kita tetep temenan kan, gak apa-apa kan kalo gue tetap sayang sama lo?” Ucap Faras kemudian.
Reina hanya mengangguk lalu pergi dari hadapan Faras.

*SKIPTHISDAY*
Suatu hari Faya menanyakan sesuatu pada Reina, ternyata dia heran melihat Reina dan Faras sudah jarang kelihatan berdua.
“Re, gue nggak pernah lagi liat kak Faras sama loe jalan.”
“Mmm gue udah nggak sama kak Faras lagi Fay. Gue ngak enak sama lo, gimana perasaan lo liat kita jalan, lo kan mantannya doi.” Jawab Reina jujur.
“Ya ampun Re nggak gitu juga keles. Gue nyantai aja, lagian gue udah move on. Ngapain sih lo mutusin dia? Gue ikut seneng liat dia sama lo jadian. Gue tahu lo baik buat dia.” Jelas Faya. Reina hanya bisa terdiam dan mengangkat bahu.
“Apa daya, nasi sudah menjadi bubur.” Lanjut Reina.
“Gue yakin sebentar lagi dia bakal minta lo buat  balikan lagi sama dia. Gue tahu kak Faras gimana.”

Sepulang sekolah, tanpa ganti baju lagi Reina langsung merebahkan diri di kasur empuknya. Saat baru akan memejamkan mata, dering handphone mengejutkannya dan tertera nama kak Faras di sana.
“Bek, ada papa kak?” Tanya Reina.
“Kamu lagi ngapain Re? Sudah makan belom? Aku ganggu nggak?” Tanya Faras bertubi-tubi.
“Nggak lagi ngapa-ngapain. Nggak kok nggak ganggu.” Jawab Reina seadanya.
“Gimana kabar kamu, baik-baik saja kan?” Tanya Faras lagi.
“Very well thanks. And you?”
“Not bad. Ya udah Re, baik-baik ya. Gue cuma pengen denger suara lo aja kok.” Ucap Faras kemudian dan dia langsung mematikan telepon. Mendengar ucapan terakhirnya, Reina terdiam.

*SKIPTHISDAY*
Mentaripun mulai menampakkan sinarnya di ufuk timur. Dengan warna orange yang menyegarkan, Reina sambut ceria hari demi hari yang ia jalani. Setelah kemarin pengumuman kelulusan tingkat 3. Hari ini adalah hari menyedihkan bagi Reina. Why? Sekarang adalah the farewell party of class XII Senior High School Nuansa Alam. Reina’s sweetheart akan pergi begitu saja. Ya, seorang charming prince yang selalu ngebuat Reina merasa nyaman ketika didekatnya. Semua siswanya mengenakan kebaya adat Jawa.

Reina berangkat menuju sekolah tercinta. Sesampainya di pintu gerbang
“Hey Re!! You look very beautiful today.” Kata sahabatnya, Faya.
“Ah lo mah bisa aja. It was nothing, really.” Jawabnya.
“I think your style also great”
“Nah, I (don’t) think so. Thank you, you more.”
“Aakkk thanks ya. Masuk yuk.”
“Ayok.”

Sesampainya di aula tempat acara perpisahan diselenggarakan, mereka menghampiri teman-teman lainnya. Acara demi acarapun usai, sekarang giliran acara hiburan.
“Eh kak Faras tuh !!” Sambil menunjuk pada seseorang yang bagi Reina adalah Pangeran yang jatuh dari kayangan hanya untuk Reina seorang.
Faras perform acoustic-an membawakan  dua buah lagu yaitu ‘till the end of time dan your guardian angel.
“Lagu ini gue persembahkan buat Reina.” Tutur Faras.
“Cie cieee” teriak murid Nuansa Alam tak terkecuali Faya. Namun Reina hanya senyum-senyum malu.

I try to resist what my heart feels
But I'm falling into pieces
Drifting further away from you
Everything won't seem right
If you were here with me
You'd brush away this loneliness from me

There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me

And brush away this loneliness from me

Everything was seem so right
If you were here with me
Everything was seem right.. once again
I need you here with me

There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me
You'd brush away this loneliness from me

Till the end of time... {x2}

There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me You brush away this loneliness from me

Till the end of time... {x2}

“Okay, lagu kedua juga masih buat Reina.” Lanjutnya.

When I see your smile
Tears roll down my face I can't replace
And now that I'm strong I have figured out
How this world turns cold and it breaks through my soul
And I know I'll find deep inside me I can be the one

I will never let you fall (let you fall)
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven

It's okay. It's okay. It's okay.
Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I'll be the one

I will never let you fall (let you fall)
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven

Cause you're my, you're my, my, my true love, my whole heart
Please don't throw that away
Cuz I'm here for you
Please don't walk away and
Please tell me you'll stay woah, stay woah

Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I'll be okay
Though my skies are turning gray

I will never let you fall
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven

“Thank you.” Kemudian Faras turun dari panggung lalu menghampiri Reina dan memberikan setangkai bunga mawar merah.
“Bunganya cantik. Makasih ya kak.” Ucap Reina sambil tersenyum.
“Cantikan kamu dong Re.” ledek Faras.
“Jangan gitu kak, jadi malu ah.”
“Gini Re, rencananya gue mau ngelanjutin kuliah di UGM Yogya. Lo mau kan LDR-an sama gue?”
“...” Reina hanya menganggukkan kepalanya.

*Seminggu kemudian*
Faraspun mulai bersiap-siap. Dengan memakai kaos dan snapback dari Shining Bright dan sepatu kets, ia keluar dari kamarnya yang penuh kenangan. Perlahan-lahan, Faras mulai melangkah ke masa depan. Tak lupa, ia membawa kenangan bersama Reina selama di Jakarta.

Setelah itu, Faras beserta keluarga, Reina dan Faya langsung menuju Bintaro Station. Ini bakal jadi new story buat Reina karena harus ngejalanin Long Distance Relationship. Sesampainya di sana.
“Be carefull baby! Semoga sukses kak, inget ya jangan nakal di sana. Ada kami semua yang nunggu kedatangan kakak kembali.” kata Reina.
“OK” kemudian Faras berpamitan.
Tak terasa, bulir-bulir air mata Reina mengalir di pipinya. Reina tak sanggup menahan kesedihan yang terasa. Ini sangat sulit baginya. Ayolah, ini juga demi masa depan kak Faras juga.

*Touchdown Yogya*
*OnTuguStation*
“Welcome Yogya!” teriak Faras.
Ke kota pelajar kalau belum mampir di Angkringan Lik Man rasanya nggak afdol. Ya, sebelum Faras ke rumah budenya dia makan dulu di Angkringan Lik Man karena selama diperjalanan dia mulai lapar dan perutnya keroncongan.
“Bu, sekul kucing kalian es the setunggal.” Faras memesan makanan dengan logat jawanya yang kental karena dari kecil Faras tinggal di Yogyakarta.
Kemudian Faras melanjutkan perjalanannya menuju rumah bude.
“Assalamualaikum” Faras sambil mengetok pintu depan.
“Waalaikumsalam. Eh Faras, masuk-masuk.” Jawab bude Sarah.
“Nggih bude. Dinda mana?”
“Dinda jalan-jalan sama temennya tadi. Ini kamarmu Ras.”
“Maturnuwun bude.”

Setelah membereskan barang bawaannya, Faras langsung tidur karena seharian kelelahan dan waktu telah menunjukkan pukul 20.00 WIB namun dia belum memberikan kabar kepada Reina.



Sabtu, 04 Januari 2014

Lorong Dimensi (Kebahagiaan Sesaat)



Pagi ini, Reina bangun tak seperti hari biasanya. Matanya terbuka tanpa mendengar suara alarm dari handphonenya yang sebelumnya tak pernah nihil untuk membangunkan dia tiap pagi dan dilihat handphone itu masih tergeletak di samping bantal. Namun dia pikir itu tak jadi masalah, Reina pun melanjutkan tidur sembari menutupi tubuhnya dengan selimut tebal kesayangannya.

Jam menunjukkan jarinya ke pukul 12, matahari pun telah terbangun untuk menunjukkan keperkasaannya menerangi dunia ini. Namun, Reina tetaplah Reina, gadis remaja yang dilahirkan 15 tahun silam ini masih tertidur pulas seakan waktu masih jam 12 malam maklum beberapa hari lagi liburan udah abis aja.

Sejauh ini, Reina baru ngisi liburan dengan nonton Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan berenang sama temen-temen yang super deket sama dia. Kebetulan mereka ngajak Reina renang hari Selasa kemaren dan kebetulan juga Reina belom cukup menikmati liburan dengan nonton doang.

Sedangkan Dias sengaja tidak ikut liburan bersama keluarganya, karena besok tanggal 5, Reina berulang tahun yang ke 16 tahun, dia ingin memberikan surprise untuk kekasih dambaan hatinya. Dia sudah menyiapkan semua rencana dan hadiah untuk Reina.

*SKIPTHISDAY*
Tepat jam 00.00, Dias ingin menjalankan semua rencana yang telah ia siapkan, dia akan pergi ke rumah Reina, dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan Reina. Hanya Dias, Fay dan teman-temannya yang tahu.
“Re, lo lagi dimana?” kata Bayu-temannya Reina yang mencoba memastikan Reina sedang berada di rumahnya lewat telepon. Karena seharian ini, Dias sengaja tidak berkomunikasi dengan Reina, karena ini adalah bagian dari rencana yang telah ia buat.

Dias sudah menyiapkan kue tart, dan juga sudah menyalakan lilin. Segera dia dan teman-temannya menuju ke rumah Reina. Pintu rumahnya sengaja tidak dikunci oleh orangtua Reina karena Faya telah membicarakan rencana ini semua kepada mereka, segera Dias dan teman-temannya masuk tanpa permisi. Terdengar suara televisi sedang menyala di ruang tamu, itu pertanda Reina sedang berada diruang tamu itu menonton BPL.
“Happy Birthday, babe” teriakan Dias mengangetkan Reina.
“I hope that you will have a truly marvelous and joyous day with family and friends. Your sweet nature and generous heart are part of what makes you a very special person to me and so many others. I want to wish you a fantastic birthday and a year of pure happiness. You are celebrating your birthday but the rest of us are celebrating the anniversary of you arriving in the world and making it a better, happier place for us. Be proud of the wonderful life you've led so far and look forward to all the adventures yet to come your way. You are a gift to the world. Keep working hard, but not TOO hard or you'll make yourself sick! Lav you :***”
“Thankiss babyboo. I love you to infinite and beyond darling! You’re mine and I’m yours  dear :*** rupanya kamu romantis juga ya hun”, goda Reina dengan panggilan sayangnya itu.
“You’re welcome baby gurls. Ya jelaslah sayang”, jawab Dias dengan senyuman kecilnya.
“Sekali lagi terima kasih Dias untuk semuanya ini, kejutan bukanlah kado terindah untukku, tapi kamu yang mau hadir mewarnai hidupku menjadi kado terindah untukku”, ucap Reina yang tak sengaja meneteskan air matanya tan rasa haru.
*make a wish and then tiup lilin*
“Be your own light. Find your own way. It should be easy with all those candles.” Bisik Dias kemudian mencium kening Reina.
Potongan kue pertama diberikan kepada Dias, dan semuanya ikut senang.

          Kebahagiaan berganti menjadi sedih yang amat menyedihkan ketika beberapa jam kemudian Reina mendapat kabar dari temannya bahwa Dias kecelakaan setelah memberi ia surprise. Mobil Dias menabrak sebuah truk besar dan kecelakaan itu pun sangat tragis yang menyebabkan nyawa Dias tidak tertolong dan Dias pun meninggal pada pagi itu.
“Ya Tuhan.. cobaan apa lagi yang kau berikan padaku, baru saja kau memberikan kebahagiaan dan sekarang engkau mengganti kebahagiaan ku itu dengan kesedihan, engkau telah mengambil orang yang amat sangat aku sayang dan aku cintai” dalam benak Reina sambil menangis

Reina pun segera kerumah sakit untuk melihat Dias, sesampainya dirumah sakit Reina hanya menangis dan terus mengis saat melihat Dias telah ditutupi dengan seuntai kain putih. Disitu Reina memeluk Dias sangat erat seolah-olah tidak mau lepas dengannya. Keluarga Dias yang datang pun mencoba menenangkan Reina. Keesokan harinya Dias pun dimakamkan di pemakaman keluarga. Setelah pemakan itu selesai tinggal Reina diriku sendiri yang masih berada disitu. Distu Reina terus menangis sambil memegang batu nisannya. Tetapi karena keadaan sudah mau hujan akhirnya Reina pun pulang.

Selang beberapa hari kepergian Dias, pasti ada saja hal-hal ganjil yang membuat Reina risih. Kadang-kadang Reina melihat sosok mirip sekali dengan Dias, sosok itu hanya tersenyum manis dengannya, namun ketika ia mau menghampiri sosok itu tiba-tiba dia menghilang. Reina mencoba bertanya kepada orangtuanya, ternyata memang benar sosok yang sering menghantuinya itu adalah Dias. Dias cuma mau bilang sesuatu kepada Reina, Dias berkata bahwa Reina tidak boleh menangis lagi, Dias ingin melihat Reina bahagia bersama orang lain dan Dias juga berkata “jangan khawatir dengan ku, aku baik-baik saja disini, aku selalu menjagamu Reina”. Dan setelah ia tau itu semua, Reina pun mencoba untuk tidak bersedih lagi.

To be continued

Rabu, 01 Januari 2014

Lorong Dimensi (Janji Setia Dua Tahun Silam)



Waktu terus berlalu, lembaran demi lembaran telah dilalui. Coretan demi coretan telah memenuhi, kadang tak berarti, kadang tanpa makna, atau hanya sedikit makna. Semoga di tahun ini setiap lembaran memiliki makna, setiap lembaran bermanfaat. Yesterday is history, today is reality, tomorrow's a mystery. Happy New Year! Seiring dengan perginya kenangan dan menyambut harapan. Selamat tinggal kenangan, selamat datang harapan.

          Tahun baru merupakan moment yang istimewa, selain pergantian tahun, tahun baru juga sering diibaratkan sebagai titik kaleidoskopik pencapaian selama satu tahun penuh. Momen Tahun Baru akan terasa semakin istimewa dengan hadirnya orang-orang spesial di sekitar kita, seperti keluarga, teman bahkan kekasih.


lanjutan

          Nggak terasa 2 tahun sudah berlalu. Seragam yang dipake Reinapun berganti warna menjadi putih abu-abu. Reina ngerasa bahwa dirinya udah menginjak masa remaja, yang berarti pikirannya mesti dirubah lebih dewasa lagi. Kini Reina dan Faya masih satu sekolah. Putar kanan, putar kiri, maju, mundur. “Sip!” Reina mematut diri di cermin sambil bernyanyi.

I'm 15 for a moment
Caught in between 10 and 20
And I'm just dreaming
Counting the ways to where you are

Semuanya sudah lengkap. Bahkan sudah diperiksa berulang kali. Reina meraih tas sekolahnya. Kemudian bergegas berangkat sekolah.

*SKIPTHISDAY*
Malam itu, gerimis masih memayungi kota ini. Mendung gelappun masih menyelimuti, hingga dingin yang terasa. Matahari seakan terbungkus mega yang muram, air langitpun masih menitik disela-sela dedaunan. Reina dan Faya masih berada di sebuah coffee been. Mereka memesan starbucks dan duduk dibangku disudut ruangan dekat dengan pintu kaca, sengaja mereka pilih karena ingin menikmati hadiah terindah dari-Nya "hujan".

(5 minute later)
“Pulang aja yuk, lagian udah sepi.” Reina mengajak teman dekatnya untuk segera pulang. Hujan semakin deras. Disaat Fay membuka pintu depan rumahnya tiba-tiba terdengar suara yang begitu kencang, dan ternyata Reina tertabrak mobil. Ketika Reina ingin menyebrang, Reina tidak mendengar suara klakson mobil, dia tidak melihat ke kanan maupun ke kiri, pandangannya tiba-tiba kosong dan pudar karena penyakitnya kambuh lagi.
“Re, kamu sudah bangun sayang? Ini mama, nak!” Reina membuka matanya perlahan-lahan, matanya memfokuskan pandangannya yang menyapu seisi ruangan.
“Mah, aku dimana?”
“Kamu dirumah sakit sayang, kamu kecelakaan. Untung saja orang yang nabrak kamu tanggung jawab.” kata mama panjang lebar sambil mengelus rambut Reina.
“Nah, itu dia orangnya datang!”
“Lelaki ini, raut wajahnya sangat mirip dengan Dias” kata Reina dalam hati. Mama Reina meninggalkan Reina berdua dengan pemuda itu.
“Morning, gimana keadaan lo? Sudah baikkan? Maaf ya, gue nggak sengaja nabrak lo, diposisi itu gue juga salah, karna gue nggak liat lo nyebrang jalan. Untung aja lo nggak terluka parah, kalau iya gue sangat menyesal telah membuat gadis semanis lo terluka” pemuda itu menyunggingkan bibir tipisnya itu membuat Reina terpana dan salah tingkah. Reina tidak terlalu mendengarkan omongan pemuda nan tampan itu, dia fokus dengan wajahnya yang putih bersih tanpa noda jerawat sedikit pun. Perfecto!
“Hei, kok diem?” Reina langsung menurunkan sikap saltingnya itu, agar tidak ketahuan.
“Oh, maaf! Gue juga salah nyebrang gak liat-liat” kata Reina yang tidak berhenti salting, karena tatapan pemuda itu berhasil membuat jantungnya berdetak cepat.
“By the way, perkenalkan gue Dias Dirgantara. Nama lo siapa?” Duaarrrr Reina shock bukan main, dia tidak menyangka pemuda ini beneran Dias.
“Ahh ?? Gue, Reina Putri.” Bulir air mata mulai mengalir dari pelupuk mata Reina, merekapun saling menatap.
“Hmm gue boleh minta nomer ponsel lo?” Segera Reina mengambil secarcik kertas dan menuliskan nomor ponselnya dengan cermat, dia takut menuliskan nomer ponsel yang salah. Beberapa saat kemudian,
“Re?” Dias memegang tangan Reina dengan pelan.
“Eh iyaa”
“Gue seneng ketemu lo lagi.”
“Gue juga seneng bisa ketemu lo”
Mereka berduapun tertawa lepas. Mereka sangat bahagia, setelah 2 tahun tak bertemu, akhirnya sekarang mereka bisa saling menatap satu sama lain.
“Toook tok tokk” Dias membuka pintu itu tanpa perintah Reina. ”Mungkin itu mama” pikir Reina. Ternyata pikiran Reina meleset, yang datang itu bukan mama, tapi Fay.
“Ree!!! Lo baik-baik aja kan?” Fay yang baru datang langsung memeluk sahabat karibnya itu tanpa canggung.
“Ciee udah sekian lama akhirnya lo ketemu crush lo juga :p”
”Apaan sih lo Fay, resek banget.”

Cahaya matahari pagi menembus jendela ruang inap Reina. Setelah 2 hari Reina menginap di rumah sakit, akhirnya dia diperbolehkan pulang. Sesampainya di rumah Reina langsung istirahat dikamarnya untuk memulihkan tenaganya.


*SKIPTHISDAY*
*phone vibrates* Reina get excited, Dia langsung ganti baju dan dandan setelah membaca message dari Dias. “Re, temui gue di danau. Gue tunggu kehadiran lo.”
Reina segera menemui Dias. Dia berlari-lari kecil, dia tidak mau Dias menunggu terlalu lama. Dia penasaran mengapa dia mengirim sms? Setiba di danau, Reina melihat cowok berkaos abu-abu yang sedang mondar-mandir, mungkin dia gelisah menunggu kehadiran Reina.
“Hey! Sorry ngebuat lo nunggu lama.”
“Gapapa kok. Hmm Re, aku boleh ngomongong sesuatu?” kata Dias ragu.
Jantung Reina berdesir cepat ketika Dias menggenggam erat tangannya. Dia merasakan aliran darahnya berjalan cepat, keringatnya mulai mengucur, entah apa yang akan Dias lakukan.
“Re, semenjak kenal lo di SMP, gue ngerasa hidup gue lebih berwarna. Gue merasakan ada hal yang aneh saat bertemu lo, bahkan kalau gue nggak ketemu lo, gue merasa ada yang hilang dalam diri gue. Gue jatuh cinta sama lo Re! Lo mau jadi pacar gue kan?”
“…” Reina terdiam, dan, “Dias!! Gue juga sayang lo, dan Gue mau jadi pacar lo!!” Reina berteriak sekenceng-kencengnya. Mereka berpelukan untuk menghilangkan rasa kangen mereka, tiba-tiba langitpun gelap, tapi tidak dengan hari mereka berdua. Tetes-tetes air hujan jatuh membasahi bumi. Mungkin langit sedang menangis karena bahagia melihat Reina yang sudah menemukan cintanya, yaitu Dias Dirgantara.

To be continued