Holla udah lama nggak posting nih. Langsung aja ya cekidot :D
Tips untuk menghilangkan negative thinking menjadi positive thinking dalam hitungan detik dengan pandai-pandailah dalam me-manage pertanyaan kepada diri sendiri. Pertanyaan tersebut merupakan inti yang mendasari hidup dan mati beserta penemuan-penemuan terbesar di dunia. Misalnya, dengan diketemukannya pesawat terbang. Itu bermula ketika Wright bersaudara berfikir keras bagaimana caranya berpindah ke suatu tempat dengan cara yang efektif.
Contoh-contoh internal questionnya sebagai berikut.
1. Resiko apa yang akan saya hadapi bila melakukan ini? Apakah saya bisa nge-handle?
2. Hal baru apa yang sudah saya pelajari hari ini?
3. Apa yang membuat aku semangat, bersyukur, damai, dan bahagia?
4. Siapa saja orang yang menyayangiku? dll
Ingat, meskipun manusia tidur akan tetapi alam bawah sadarnya masih berjalan sebagai mana mestinya. Apa yang kita lakukan, apa yang kita katakan dan apa yang kita tulis itu semua terekam di alam bawah sadar. Jika ingin mengajukan pertanyaan mengenai masalah yang sedang dihadapi sebaiknya menjelang tidur dengan disertai doa kepada Tuhan Yang Maha Esa karena selama tidur otak kita berfikir untuk memecahkan masalah tersebut. Semakin kita melupakan pertanyaan itu maka akan semakin cepat pula terjawabnya. Biasanya jawaban itu muncul lewat ide-ide, mimpi, atau bahkan orang lain--yang sedang membicarakan mengenai hal itu.
Semoga artikel saya ini bisa memotivasi Anda semua. Jangan percaya apabila belum mencoba dan berhasil membuktikannya! ;)
Change your question, change your life.
Sumber: motivator Pekalongan bernama Fahmy Arafat Daulay
Rabu, 25 Juni 2014
Minggu, 12 Januari 2014
Lorong Dimensi (Arti Sahabat)
“Lo gila ya Fay?
Gimana bisa lo nyomblangin gue sama mantan lo.” Sergah Reina.
“Faras sendiri yang minta, ya gue kabulin.” Jawab Faya.
“Faras sendiri yang minta, ya gue kabulin.” Jawab Faya.
Memang
benar apa kata pepatah; mati satu tumbuh seribu. Setelah hampir satu tahun kepergian
Dias, muncul seorang yang ingin jadi pengganti Dias dikehidupannya Reina. Faras
adalah mantan pacar sahabatnya Reina, dia juga kakak kelas Reina di SMA
sekarang Faras masih kelas 3. Faras lebih sering menghubungi Reina, dia sengaja
meminta nomor handphone Reina pada Faya. Sebenarnya Reina merasa tak nyaman
sama Fay, tapi perhatian Faras membuatnya luluh. Tapi untuk sekedar melupakan Dias
bolehlah pikirnya. Hingga suatu saat.
“Re, gue sayang sama lo. Lo mau kan jadi hawi gue?” ucapan Faras mengagetkan Reina.
“Kak, lo mantan sahabat gue, gue nggak mungkin jadian sama mantan sahabat gue sendiri. Gue takut dia tersakiti.”
“Udahlah Re, Fay tidak apa-apa kok. Dia ikhlasin gue, gue tuh cuma temenan aja sama dia sekarang.”
“Re, gue sayang sama lo. Lo mau kan jadi hawi gue?” ucapan Faras mengagetkan Reina.
“Kak, lo mantan sahabat gue, gue nggak mungkin jadian sama mantan sahabat gue sendiri. Gue takut dia tersakiti.”
“Udahlah Re, Fay tidak apa-apa kok. Dia ikhlasin gue, gue tuh cuma temenan aja sama dia sekarang.”
Tiba-tiba
panggilan teleponpun tertahan, dan tiba-tiba ada suara Fay.
“Re, santai aja. Kita udah nggak ada apa-apa, lagian gue nggak mungkin ngabulin permintaan dia buat minta comblangin sama lo kalau gue masih sayang sama dia.” Ucap Faya.
“Tapi Fay…”
“Re, santai aja. Kita udah nggak ada apa-apa, lagian gue nggak mungkin ngabulin permintaan dia buat minta comblangin sama lo kalau gue masih sayang sama dia.” Ucap Faya.
“Tapi Fay…”
“Sebenarnya gue
masih cinta sama kak Faras, tapi berhubung buat sahabat gue tak apalah.” Hati kecil
Fayapun berbicara.
“Udah denger sendiri kan? Fay aja gak apa-apa.” Faras memotong kalimat Reina dan Fayapun mematikan teleponnya.
“Jadi gimana?” Tanya Faras lagi.
“Sebenernya sih gue juga sayang sama lo cuma..”
“Thanks ya Re, gue seneng banget. Jadi lo mau jadi pacar gue.” Lagi-lagi Faras memotong kalimat Reina. Dia hanya bisa menganggukkan kepala.
“Iya kak.” Jawab Reina kemudian.
“Udah denger sendiri kan? Fay aja gak apa-apa.” Faras memotong kalimat Reina dan Fayapun mematikan teleponnya.
“Jadi gimana?” Tanya Faras lagi.
“Sebenernya sih gue juga sayang sama lo cuma..”
“Thanks ya Re, gue seneng banget. Jadi lo mau jadi pacar gue.” Lagi-lagi Faras memotong kalimat Reina. Dia hanya bisa menganggukkan kepala.
“Iya kak.” Jawab Reina kemudian.
*SKIPTHISDAY*
Tak
terasa sudah seminggu Reina jadian sama Faras. Memang indah, karena perhatian Faras
mampu melunakkan hatinya. Namun lama-kelamaan Reina semakin merasa bersalah
dengan Faya. Hingga suatu hari Faras terkejut dengan ucapan Reina.
“Kak, kayaknya hubungan kita udah gak bisa dilanjutin lagi deh. Gue terus merasa bersalah sama Fay, gue tahu perasaan dia gimana ngeliat kita jalan berdua. Walaupun dia nggak bilang, tapi aku tahu.” Ucap Reina.
“Re, Faya tak seperti itu. Dia ikut seneng kok ngeliat kita. Lagian tak ada apa-apa juga kan, nggak ada yang berubah kan dari sikap Fay semenjak kita jadian.”
“Iya, tapi gue tahu perasaan dia sebenarnya. Lebih baik kita temenan aja dulu ya.” Reina tetap nekad pengen putus sama Faras. Sesaat dia terdiam.
“Hmm yasudah kalau memang itu mau kamu. Tapi kita tetep temenan kan, gak apa-apa kan kalo gue tetap sayang sama lo?” Ucap Faras kemudian.
Reina hanya mengangguk lalu pergi dari hadapan Faras.
“Kak, kayaknya hubungan kita udah gak bisa dilanjutin lagi deh. Gue terus merasa bersalah sama Fay, gue tahu perasaan dia gimana ngeliat kita jalan berdua. Walaupun dia nggak bilang, tapi aku tahu.” Ucap Reina.
“Re, Faya tak seperti itu. Dia ikut seneng kok ngeliat kita. Lagian tak ada apa-apa juga kan, nggak ada yang berubah kan dari sikap Fay semenjak kita jadian.”
“Iya, tapi gue tahu perasaan dia sebenarnya. Lebih baik kita temenan aja dulu ya.” Reina tetap nekad pengen putus sama Faras. Sesaat dia terdiam.
“Hmm yasudah kalau memang itu mau kamu. Tapi kita tetep temenan kan, gak apa-apa kan kalo gue tetap sayang sama lo?” Ucap Faras kemudian.
Reina hanya mengangguk lalu pergi dari hadapan Faras.
*SKIPTHISDAY*
Suatu
hari Faya menanyakan sesuatu pada Reina, ternyata dia heran melihat Reina dan Faras
sudah jarang kelihatan berdua.
“Re, gue nggak pernah lagi liat kak Faras sama loe jalan.”
“Mmm gue udah nggak sama kak Faras lagi Fay. Gue ngak enak sama lo, gimana perasaan lo liat kita jalan, lo kan mantannya doi.” Jawab Reina jujur.
“Ya ampun Re nggak gitu juga keles. Gue nyantai aja, lagian gue udah move on. Ngapain sih lo mutusin dia? Gue ikut seneng liat dia sama lo jadian. Gue tahu lo baik buat dia.” Jelas Faya. Reina hanya bisa terdiam dan mengangkat bahu.
“Apa daya, nasi sudah menjadi bubur.” Lanjut Reina.
“Gue yakin sebentar lagi dia bakal minta lo buat balikan lagi sama dia. Gue tahu kak Faras gimana.”
“Re, gue nggak pernah lagi liat kak Faras sama loe jalan.”
“Mmm gue udah nggak sama kak Faras lagi Fay. Gue ngak enak sama lo, gimana perasaan lo liat kita jalan, lo kan mantannya doi.” Jawab Reina jujur.
“Ya ampun Re nggak gitu juga keles. Gue nyantai aja, lagian gue udah move on. Ngapain sih lo mutusin dia? Gue ikut seneng liat dia sama lo jadian. Gue tahu lo baik buat dia.” Jelas Faya. Reina hanya bisa terdiam dan mengangkat bahu.
“Apa daya, nasi sudah menjadi bubur.” Lanjut Reina.
“Gue yakin sebentar lagi dia bakal minta lo buat balikan lagi sama dia. Gue tahu kak Faras gimana.”
Sepulang
sekolah, tanpa ganti baju lagi Reina langsung merebahkan diri di kasur empuknya.
Saat baru akan memejamkan mata, dering handphone mengejutkannya dan tertera
nama kak Faras di sana.
“Bek, ada papa kak?” Tanya Reina.
“Kamu lagi ngapain Re? Sudah makan belom? Aku ganggu nggak?” Tanya Faras bertubi-tubi.
“Nggak lagi ngapa-ngapain. Nggak kok nggak ganggu.” Jawab Reina seadanya.
“Gimana kabar kamu, baik-baik saja kan?” Tanya Faras lagi.
“Bek, ada papa kak?” Tanya Reina.
“Kamu lagi ngapain Re? Sudah makan belom? Aku ganggu nggak?” Tanya Faras bertubi-tubi.
“Nggak lagi ngapa-ngapain. Nggak kok nggak ganggu.” Jawab Reina seadanya.
“Gimana kabar kamu, baik-baik saja kan?” Tanya Faras lagi.
“Very well thanks.
And you?”
“Not bad. Ya udah Re, baik-baik ya. Gue cuma pengen denger suara lo aja kok.” Ucap Faras kemudian dan dia langsung mematikan telepon. Mendengar ucapan terakhirnya, Reina terdiam.
“Not bad. Ya udah Re, baik-baik ya. Gue cuma pengen denger suara lo aja kok.” Ucap Faras kemudian dan dia langsung mematikan telepon. Mendengar ucapan terakhirnya, Reina terdiam.
*SKIPTHISDAY*
Mentaripun
mulai menampakkan sinarnya di ufuk timur. Dengan warna orange yang menyegarkan,
Reina sambut ceria hari demi hari yang ia jalani. Setelah kemarin pengumuman
kelulusan tingkat 3. Hari ini adalah hari menyedihkan bagi Reina. Why? Sekarang
adalah the farewell party of class XII Senior High School Nuansa Alam. Reina’s sweetheart akan pergi
begitu saja. Ya, seorang charming prince yang selalu ngebuat Reina merasa
nyaman ketika didekatnya. Semua siswanya mengenakan kebaya adat Jawa.
Reina
berangkat menuju sekolah tercinta. Sesampainya di pintu gerbang
“Hey Re!! You look very beautiful today.” Kata sahabatnya, Faya.
“Ah lo mah bisa aja. It was nothing, really.” Jawabnya.
“I think your style also great”
“Nah, I (don’t) think so. Thank you, you more.”
“Hey Re!! You look very beautiful today.” Kata sahabatnya, Faya.
“Ah lo mah bisa aja. It was nothing, really.” Jawabnya.
“I think your style also great”
“Nah, I (don’t) think so. Thank you, you more.”
“Aakkk thanks ya. Masuk
yuk.”
“Ayok.”
Sesampainya
di aula tempat acara perpisahan diselenggarakan, mereka menghampiri teman-teman
lainnya. Acara demi acarapun usai, sekarang giliran acara hiburan.
“Eh kak Faras tuh
!!” Sambil menunjuk pada seseorang yang bagi Reina adalah Pangeran yang jatuh
dari kayangan hanya untuk Reina seorang.
Faras perform acoustic-an
membawakan dua buah lagu yaitu ‘till the
end of time dan your guardian angel.
“Lagu ini gue
persembahkan buat Reina.” Tutur Faras.
“Cie cieee” teriak
murid Nuansa Alam tak terkecuali Faya. Namun Reina hanya senyum-senyum malu.
I try to resist
what my heart feels
But I'm falling into pieces
Drifting further away from you
Everything won't seem right
If you were here with me
You'd brush away this loneliness from me
There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me
And brush away this loneliness from me
Everything was seem so right
If you were here with me
Everything was seem right.. once again
I need you here with me
There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me
You'd brush away this loneliness from me
Till the end of time... {x2}
There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me You brush away this loneliness from me
Till the end of time... {x2}
But I'm falling into pieces
Drifting further away from you
Everything won't seem right
If you were here with me
You'd brush away this loneliness from me
There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me
And brush away this loneliness from me
Everything was seem so right
If you were here with me
Everything was seem right.. once again
I need you here with me
There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me
You'd brush away this loneliness from me
Till the end of time... {x2}
There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me You brush away this loneliness from me
Till the end of time... {x2}
“Okay, lagu kedua juga masih buat Reina.” Lanjutnya.
When I see your
smile
Tears roll down my face I can't replace
And now that I'm strong I have figured out
How this world turns cold and it breaks through my soul
And I know I'll find deep inside me I can be the one
I will never let you fall (let you fall)
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven
It's okay. It's okay. It's okay.
Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I'll be the one
I will never let you fall (let you fall)
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven
Cause you're my, you're my, my, my true love, my whole heart
Please don't throw that away
Cuz I'm here for you
Please don't walk away and
Please tell me you'll stay woah, stay woah
Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I'll be okay
Though my skies are turning gray
I will never let you fall
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven
Tears roll down my face I can't replace
And now that I'm strong I have figured out
How this world turns cold and it breaks through my soul
And I know I'll find deep inside me I can be the one
I will never let you fall (let you fall)
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven
It's okay. It's okay. It's okay.
Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I'll be the one
I will never let you fall (let you fall)
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven
Cause you're my, you're my, my, my true love, my whole heart
Please don't throw that away
Cuz I'm here for you
Please don't walk away and
Please tell me you'll stay woah, stay woah
Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I'll be okay
Though my skies are turning gray
I will never let you fall
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven
“Thank you.”
Kemudian Faras turun dari panggung lalu menghampiri Reina dan memberikan
setangkai bunga mawar merah.
“Bunganya cantik. Makasih
ya kak.” Ucap Reina sambil tersenyum.
“Cantikan kamu
dong Re.” ledek Faras.
“Jangan gitu kak,
jadi malu ah.”
“Gini Re, rencananya
gue mau ngelanjutin kuliah di UGM Yogya. Lo mau kan LDR-an sama gue?”
“...” Reina hanya menganggukkan kepalanya.
“...” Reina hanya menganggukkan kepalanya.
*Seminggu
kemudian*
Faraspun
mulai bersiap-siap. Dengan memakai kaos dan snapback dari Shining Bright dan
sepatu kets, ia keluar dari kamarnya yang penuh kenangan. Perlahan-lahan, Faras
mulai melangkah ke masa depan. Tak lupa, ia membawa kenangan bersama Reina
selama di Jakarta.
Setelah
itu, Faras beserta keluarga, Reina dan Faya langsung menuju Bintaro Station. Ini bakal jadi new story buat Reina
karena harus ngejalanin Long Distance Relationship. Sesampainya di sana.
“Be carefull baby! Semoga sukses kak, inget ya jangan nakal di sana. Ada kami semua yang nunggu kedatangan kakak kembali.” kata Reina.
“Be carefull baby! Semoga sukses kak, inget ya jangan nakal di sana. Ada kami semua yang nunggu kedatangan kakak kembali.” kata Reina.
“OK” kemudian Faras
berpamitan.
Tak terasa, bulir-bulir air mata Reina mengalir di pipinya. Reina tak sanggup menahan kesedihan yang terasa. Ini sangat sulit baginya. Ayolah, ini juga demi masa depan kak Faras juga.
Tak terasa, bulir-bulir air mata Reina mengalir di pipinya. Reina tak sanggup menahan kesedihan yang terasa. Ini sangat sulit baginya. Ayolah, ini juga demi masa depan kak Faras juga.
*Touchdown Yogya*
*OnTuguStation*
“Welcome Yogya!”
teriak Faras.
Ke kota pelajar kalau belum
mampir di Angkringan Lik Man rasanya nggak afdol. Ya, sebelum Faras ke rumah
budenya dia makan dulu di Angkringan Lik Man karena selama diperjalanan dia
mulai lapar dan perutnya keroncongan.
“Bu, sekul kucing
kalian es the setunggal.” Faras memesan makanan dengan logat jawanya yang
kental karena dari kecil Faras tinggal di Yogyakarta.
Kemudian Faras
melanjutkan perjalanannya menuju rumah bude.
“Assalamualaikum” Faras
sambil mengetok pintu depan.
“Waalaikumsalam.
Eh Faras, masuk-masuk.” Jawab bude Sarah.
“Nggih bude. Dinda
mana?”
“Dinda jalan-jalan
sama temennya tadi. Ini kamarmu Ras.”
“Maturnuwun bude.”
“Maturnuwun bude.”
Setelah
membereskan barang bawaannya, Faras langsung tidur karena seharian kelelahan dan
waktu telah menunjukkan pukul 20.00 WIB namun dia belum memberikan kabar kepada
Reina.
Sabtu, 04 Januari 2014
Lorong Dimensi (Kebahagiaan Sesaat)
Pagi
ini, Reina bangun tak seperti hari biasanya. Matanya terbuka tanpa mendengar
suara alarm dari handphonenya yang sebelumnya tak pernah nihil untuk
membangunkan dia tiap pagi dan dilihat handphone itu masih tergeletak di
samping bantal. Namun dia pikir itu tak jadi masalah, Reina pun melanjutkan
tidur sembari menutupi tubuhnya dengan selimut tebal kesayangannya.
Jam
menunjukkan jarinya ke pukul 12, matahari pun telah terbangun untuk menunjukkan
keperkasaannya menerangi dunia ini. Namun, Reina tetaplah Reina, gadis remaja
yang dilahirkan 15 tahun silam ini masih tertidur pulas seakan waktu masih jam
12 malam maklum beberapa hari lagi liburan udah abis aja.
Sejauh
ini, Reina baru ngisi liburan dengan nonton Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
dan berenang sama temen-temen yang super deket sama dia. Kebetulan mereka ngajak
Reina renang hari Selasa kemaren dan kebetulan juga Reina belom cukup menikmati
liburan dengan nonton doang.
Sedangkan
Dias sengaja tidak ikut liburan bersama keluarganya, karena besok tanggal 5, Reina
berulang tahun yang ke 16 tahun, dia ingin memberikan surprise untuk kekasih
dambaan hatinya. Dia sudah menyiapkan semua rencana dan hadiah untuk Reina.
*SKIPTHISDAY*
*SKIPTHISDAY*
Tepat
jam 00.00, Dias ingin menjalankan semua rencana yang telah ia siapkan, dia akan
pergi ke rumah Reina, dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan Reina. Hanya
Dias, Fay dan teman-temannya yang tahu.
“Re, lo lagi dimana?” kata Bayu-temannya Reina yang mencoba memastikan Reina sedang berada di rumahnya lewat telepon. Karena seharian ini, Dias sengaja tidak berkomunikasi dengan Reina, karena ini adalah bagian dari rencana yang telah ia buat.
“Re, lo lagi dimana?” kata Bayu-temannya Reina yang mencoba memastikan Reina sedang berada di rumahnya lewat telepon. Karena seharian ini, Dias sengaja tidak berkomunikasi dengan Reina, karena ini adalah bagian dari rencana yang telah ia buat.
Dias
sudah menyiapkan kue tart, dan juga sudah menyalakan lilin. Segera dia dan teman-temannya
menuju ke rumah Reina. Pintu rumahnya sengaja tidak dikunci oleh orangtua Reina
karena Faya telah membicarakan rencana ini semua kepada mereka, segera Dias dan
teman-temannya masuk tanpa permisi. Terdengar suara televisi sedang menyala di
ruang tamu, itu pertanda Reina sedang berada diruang tamu itu menonton BPL.
“Happy Birthday, babe”
teriakan Dias mengangetkan Reina.
“I hope that you
will have a truly marvelous and joyous day with family and friends. Your sweet
nature and generous heart are part of what makes you a very special person to
me and so many others. I want to wish you a fantastic birthday and a year of pure
happiness. You are celebrating your birthday but the rest of us are celebrating
the anniversary of you arriving in the world and making it a better, happier
place for us. Be proud of the wonderful life you've led so far and look forward
to all the adventures yet to come your way. You are a gift to the world. Keep
working hard, but not TOO hard or you'll make yourself sick! Lav you :***”
“Thankiss babyboo.
I love you to infinite and beyond darling! You’re mine and I’m yours dear :*** rupanya kamu romantis juga ya hun”,
goda Reina dengan panggilan sayangnya itu.
“You’re welcome baby gurls. Ya jelaslah sayang”, jawab Dias dengan senyuman kecilnya.
“You’re welcome baby gurls. Ya jelaslah sayang”, jawab Dias dengan senyuman kecilnya.
“Sekali lagi terima
kasih Dias untuk semuanya ini, kejutan bukanlah kado terindah untukku, tapi kamu
yang mau hadir mewarnai hidupku menjadi kado terindah untukku”, ucap Reina yang
tak sengaja meneteskan air matanya tan rasa haru.
*make a wish and
then tiup lilin*
“Be your own
light. Find your own way. It should be easy with all those candles.” Bisik Dias
kemudian mencium kening Reina.
Potongan kue
pertama diberikan kepada Dias, dan semuanya ikut senang.
Kebahagiaan berganti menjadi sedih yang
amat menyedihkan ketika beberapa jam kemudian Reina mendapat kabar dari
temannya bahwa Dias kecelakaan setelah memberi ia surprise. Mobil Dias menabrak
sebuah truk besar dan kecelakaan itu pun sangat tragis yang menyebabkan nyawa
Dias tidak tertolong dan Dias pun meninggal pada pagi itu.
“Ya Tuhan.. cobaan apa lagi yang kau berikan padaku, baru saja kau memberikan kebahagiaan dan sekarang engkau mengganti kebahagiaan ku itu dengan kesedihan, engkau telah mengambil orang yang amat sangat aku sayang dan aku cintai” dalam benak Reina sambil menangis
“Ya Tuhan.. cobaan apa lagi yang kau berikan padaku, baru saja kau memberikan kebahagiaan dan sekarang engkau mengganti kebahagiaan ku itu dengan kesedihan, engkau telah mengambil orang yang amat sangat aku sayang dan aku cintai” dalam benak Reina sambil menangis
Reina
pun segera kerumah sakit untuk melihat Dias, sesampainya dirumah sakit Reina
hanya menangis dan terus mengis saat melihat Dias telah ditutupi dengan seuntai
kain putih. Disitu Reina memeluk Dias sangat erat seolah-olah tidak mau lepas
dengannya. Keluarga Dias yang datang pun mencoba menenangkan Reina. Keesokan
harinya Dias pun dimakamkan di pemakaman keluarga. Setelah pemakan itu selesai
tinggal Reina diriku sendiri yang masih berada disitu. Distu Reina terus
menangis sambil memegang batu nisannya. Tetapi karena keadaan sudah mau hujan
akhirnya Reina pun pulang.
Selang
beberapa hari kepergian Dias, pasti ada saja hal-hal ganjil yang membuat Reina
risih. Kadang-kadang Reina melihat sosok mirip sekali dengan Dias, sosok itu
hanya tersenyum manis dengannya, namun ketika ia mau menghampiri sosok itu
tiba-tiba dia menghilang. Reina mencoba bertanya kepada orangtuanya, ternyata
memang benar sosok yang sering menghantuinya itu adalah Dias. Dias cuma mau
bilang sesuatu kepada Reina, Dias berkata bahwa Reina tidak boleh menangis
lagi, Dias ingin melihat Reina bahagia bersama orang lain dan Dias juga berkata
“jangan khawatir dengan ku, aku baik-baik saja disini, aku selalu menjagamu Reina”.
Dan setelah ia tau itu semua, Reina pun mencoba untuk tidak bersedih lagi.
To be continued
Rabu, 01 Januari 2014
Lorong Dimensi (Janji Setia Dua Tahun Silam)
Waktu
terus berlalu, lembaran demi lembaran telah dilalui. Coretan demi coretan telah
memenuhi, kadang tak berarti, kadang tanpa makna, atau hanya sedikit makna.
Semoga di tahun ini setiap lembaran memiliki makna, setiap lembaran bermanfaat.
Yesterday is history, today is reality, tomorrow's a mystery. Happy New Year!
Seiring dengan perginya kenangan dan menyambut harapan. Selamat tinggal
kenangan, selamat datang harapan.
Tahun baru merupakan moment yang
istimewa, selain pergantian tahun, tahun baru juga sering diibaratkan sebagai
titik kaleidoskopik pencapaian selama satu tahun penuh. Momen Tahun Baru akan
terasa semakin istimewa dengan hadirnya orang-orang spesial di sekitar kita,
seperti keluarga, teman bahkan kekasih.
lanjutan
Nggak terasa 2 tahun sudah berlalu.
Seragam yang dipake Reinapun berganti warna menjadi putih abu-abu. Reina
ngerasa bahwa dirinya udah menginjak masa remaja, yang berarti pikirannya mesti
dirubah lebih dewasa lagi. Kini Reina dan Faya masih satu sekolah. Putar kanan,
putar kiri, maju, mundur. “Sip!” Reina mematut diri di cermin sambil bernyanyi.
I'm 15 for a
moment
Caught in between 10 and 20
And I'm just dreaming
Counting the ways to where you are
Caught in between 10 and 20
And I'm just dreaming
Counting the ways to where you are
Semuanya
sudah lengkap. Bahkan sudah diperiksa berulang kali. Reina meraih tas
sekolahnya. Kemudian bergegas berangkat sekolah.
*SKIPTHISDAY*
Malam
itu, gerimis masih memayungi kota
ini. Mendung gelappun masih menyelimuti, hingga dingin yang terasa. Matahari
seakan terbungkus mega yang muram, air langitpun masih menitik disela-sela
dedaunan. Reina dan Faya masih berada di sebuah coffee been. Mereka memesan
starbucks dan duduk dibangku disudut ruangan dekat dengan pintu kaca, sengaja
mereka pilih karena ingin menikmati hadiah terindah dari-Nya "hujan".
(5 minute later)
“Pulang
aja yuk, lagian udah sepi.” Reina mengajak teman dekatnya untuk segera pulang.
Hujan semakin deras. Disaat Fay membuka pintu depan rumahnya tiba-tiba
terdengar suara yang begitu kencang, dan ternyata Reina tertabrak mobil. Ketika
Reina ingin menyebrang, Reina tidak mendengar suara klakson mobil, dia tidak
melihat ke kanan maupun ke kiri, pandangannya tiba-tiba kosong dan pudar karena
penyakitnya kambuh lagi.
“Re, kamu sudah
bangun sayang? Ini mama, nak!” Reina membuka matanya perlahan-lahan, matanya
memfokuskan pandangannya yang menyapu seisi ruangan.
“Mah, aku dimana?”
“Kamu dirumah sakit sayang, kamu kecelakaan. Untung saja orang yang nabrak kamu tanggung jawab.” kata mama panjang lebar sambil mengelus rambut Reina.
“Nah, itu dia orangnya datang!”
“Mah, aku dimana?”
“Kamu dirumah sakit sayang, kamu kecelakaan. Untung saja orang yang nabrak kamu tanggung jawab.” kata mama panjang lebar sambil mengelus rambut Reina.
“Nah, itu dia orangnya datang!”
“Lelaki ini, raut
wajahnya sangat mirip dengan Dias” kata Reina dalam hati. Mama Reina
meninggalkan Reina berdua dengan pemuda itu.
“Morning, gimana
keadaan lo? Sudah baikkan? Maaf ya, gue nggak sengaja nabrak lo, diposisi itu
gue juga salah, karna gue nggak liat lo nyebrang jalan. Untung aja lo nggak
terluka parah, kalau iya gue sangat menyesal telah membuat gadis semanis lo
terluka” pemuda itu menyunggingkan bibir tipisnya itu membuat Reina terpana dan
salah tingkah. Reina tidak terlalu mendengarkan omongan pemuda nan tampan itu, dia
fokus dengan wajahnya yang putih bersih tanpa noda jerawat sedikit pun.
Perfecto!
“Hei, kok diem?” Reina langsung menurunkan sikap saltingnya itu, agar tidak ketahuan.
“Oh, maaf! Gue juga salah nyebrang gak liat-liat” kata Reina yang tidak berhenti salting, karena tatapan pemuda itu berhasil membuat jantungnya berdetak cepat.
“Hei, kok diem?” Reina langsung menurunkan sikap saltingnya itu, agar tidak ketahuan.
“Oh, maaf! Gue juga salah nyebrang gak liat-liat” kata Reina yang tidak berhenti salting, karena tatapan pemuda itu berhasil membuat jantungnya berdetak cepat.
“By the way,
perkenalkan gue Dias Dirgantara. Nama lo siapa?” Duaarrrr Reina shock bukan
main, dia tidak menyangka pemuda ini beneran Dias.
“Ahh ?? Gue, Reina
Putri.” Bulir air mata mulai mengalir dari pelupuk mata Reina, merekapun saling
menatap.
“Hmm gue boleh
minta nomer ponsel lo?” Segera Reina mengambil secarcik kertas dan menuliskan
nomor ponselnya dengan cermat, dia takut menuliskan nomer ponsel yang salah. Beberapa
saat kemudian,
“Re?” Dias memegang tangan Reina dengan pelan.
“Eh iyaa”
“Gue seneng ketemu lo lagi.”
“Gue juga seneng bisa ketemu lo”
Mereka berduapun tertawa lepas. Mereka sangat bahagia, setelah 2 tahun tak bertemu, akhirnya sekarang mereka bisa saling menatap satu sama lain.
“Re?” Dias memegang tangan Reina dengan pelan.
“Eh iyaa”
“Gue seneng ketemu lo lagi.”
“Gue juga seneng bisa ketemu lo”
Mereka berduapun tertawa lepas. Mereka sangat bahagia, setelah 2 tahun tak bertemu, akhirnya sekarang mereka bisa saling menatap satu sama lain.
“Toook tok tokk”
Dias membuka pintu itu tanpa perintah Reina. ”Mungkin itu mama” pikir Reina.
Ternyata pikiran Reina meleset, yang datang itu bukan mama, tapi Fay.
“Ree!!! Lo
baik-baik aja kan?”
Fay yang baru datang langsung memeluk sahabat karibnya itu tanpa canggung.
“Ciee udah sekian
lama akhirnya lo ketemu crush lo juga :p”
”Apaan sih lo Fay, resek banget.”
”Apaan sih lo Fay, resek banget.”
Cahaya
matahari pagi menembus jendela ruang inap Reina. Setelah 2 hari Reina menginap
di rumah sakit, akhirnya dia diperbolehkan pulang. Sesampainya di rumah Reina
langsung istirahat dikamarnya untuk memulihkan tenaganya.
*SKIPTHISDAY*
*phone vibrates*
Reina get excited, Dia langsung ganti baju dan dandan setelah membaca message
dari Dias. “Re, temui gue di danau. Gue tunggu kehadiran lo.”
Reina segera
menemui Dias. Dia berlari-lari kecil, dia tidak mau Dias menunggu terlalu lama.
Dia penasaran mengapa dia mengirim sms? Setiba di danau, Reina melihat cowok
berkaos abu-abu yang sedang mondar-mandir, mungkin dia gelisah menunggu
kehadiran Reina.
“Hey! Sorry
ngebuat lo nunggu lama.”
“Gapapa kok. Hmm
Re, aku boleh ngomongong sesuatu?” kata Dias ragu.
Jantung Reina
berdesir cepat ketika Dias menggenggam erat tangannya. Dia merasakan aliran
darahnya berjalan cepat, keringatnya mulai mengucur, entah apa yang akan Dias
lakukan.
“Re, semenjak kenal lo di SMP, gue ngerasa hidup gue lebih berwarna. Gue merasakan ada hal yang aneh saat bertemu lo, bahkan kalau gue nggak ketemu lo, gue merasa ada yang hilang dalam diri gue. Gue jatuh cinta sama lo Re! Lo mau jadi pacar gue kan?”
“Re, semenjak kenal lo di SMP, gue ngerasa hidup gue lebih berwarna. Gue merasakan ada hal yang aneh saat bertemu lo, bahkan kalau gue nggak ketemu lo, gue merasa ada yang hilang dalam diri gue. Gue jatuh cinta sama lo Re! Lo mau jadi pacar gue kan?”
“…” Reina terdiam,
dan, “Dias!! Gue juga sayang lo, dan Gue mau jadi pacar lo!!” Reina berteriak
sekenceng-kencengnya. Mereka berpelukan untuk menghilangkan rasa kangen mereka,
tiba-tiba langitpun gelap, tapi tidak dengan hari mereka berdua. Tetes-tetes
air hujan jatuh membasahi bumi. Mungkin langit sedang menangis karena bahagia
melihat Reina yang sudah menemukan cintanya, yaitu Dias Dirgantara.
To be continued
Jumat, 27 Desember 2013
Lorong Dimensi (Tuhan, apakah ini cinta?)
Aloha =D
This story masih
ada kaitannya sama postingan gue kemarin mengenai cinta. Sebenarnya sih udah
mainstream but, berhubung gue bored ngehabisin waktu selama liburan iseng aja
deh bikin cerpen. Semoga kalian suka ;;) enjoyed!
Daun-daun
terus berterbangan karena tertiup angin kencang, seperti akan menjadi badai.
Tidak ada satupun orang yang berani keluar rumah. Dari awan turun rintik-rintik
air yang tak lama kemudian turun lebih deras menjadi hujan lebat yang diiringi
suara gemuruh guntur
dan kilatan petir. Suasana lebih mencekam ketika listrik padam.
Reina yang sendiri di rumah merasa
takut, penyakit lamanya kambuh. Reina merasa pusing and finally…jatuh
tergeletak di atas kasur dan tak sadarkan diri.
Di luar rumah masih hujan deras dan angin
semakin kencang sehingga percikan air hujan masuk lewat ventilasi jendela yang
tak tertutup gorden. Percikan air itu mengenai wajah Reina hingga ia tersadar.
Dengan kepalanya yang masih pusing, Reina menutup gorden jendela kemudian
berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka.
Malam itu Reina tidak bisa tidur, ia
mengkhawatirkan keluarganya yang berada di luar kota
jauh dari kota
yang ia tinggali sekarang.
“Mah, Pah. Kapan kalian pulang? Aku
takut sendirian terus di rumah.” Reina terus bergumam agar orangtuanya pulang
malam ini juga.
Di sekolah Reina tidak dapat konsen
terhadap pelajaran. Reina terus menguapkan mulutnya hingga lebar *yawn. BRUK!!
Reina kaget mendengar suara gebrakan mejanya. Faya seorang temannya mengajak
untuk segera pulang.
“Dari tadi kok lo nguap-nguap terus,
lo kurang tidur?” Reina hanya mengangguk, kemudian pulang dan terus berjalan ke
rumahnya yang tak jauh dari sekolah.
“Gue pulang dulu Fay!” Reina menyapa
Faya sambil membuka pintu depan.
Sejak sore langit memang sudah
mendung, tetapi tak seperti kemarin yang diiringi dengan angin kencang. Reina
masih sendirian di rumah berniat untuk menginap di rumah Fay.
“Boleh kagak gue nginep di rumah lo
semalam aja? Gue takut sendirian di rumah. Boleh yaa please!” Reina terus merengek
minta Fay untuk mengizinkan ia menginap.
“Lo boleh nginep di sini kapan aja lo
mau, rumah gue selalu terbuka buat lo”, Fay tidak keberatan jika Reina menginap di
rumahnya. Fay memang bestie Reina sejak kecil. Dari dulu mereka aku banget.
****
Pembagian tugas telah selesai, Faya,
Reina, Dias, dan Aga merupakan satu kelompok. Fay dan Aga bertugas mencari data
dan informasi, sedangkan Reina dan Dias menyeleksi dan menambahkan sedikit
informasi yang mereka dapat.
“Kenapa gue ngerasa aneh gini, kok gue
jadi gerogi, apa penyakit gue kambuh?” Reina terus bertanya-tanya dalam
dirinya. Setelah tugas selesai, Dias segera mengumpulkan tugas tersebut kepada
pembimbing.
Tiga hari setelah itu tak sengaja
Reina duduk tepat di sebelah Dias. Reina menatap Dias dengan mata yang
bersinar, hingga kemudian Dias menoleh ke arah Reina. Tiap kali ia melihat,
memandang dan duduk bersebelahan dengan Dias ia merasa ada hal aneh yang sama
seperti saat mengerjakan tugas kelompok kemarin.
“Fay, gue mau nanya sama lo. Kenapa
tiap kali ada Dias gue ngerasa ada hal aneh, kenapa ya?”
“Cieee jatuh cinta keles!”
“Apaan sih nggak mungkin tau! Dia kan bukan tipe gue.” Fay
hanya senyum-senyum melihat bestienya yang masih merasakan betapa indahnya saat
jatuh cinta.
****
Seekor kadal tengah berjalan sendiri
seperti sedang mencari makan or mencari teman yang meninggalkannya. Sepi, tak
ada satupun orang lewat di jalan itu. Dias yang melihat kadal tersebut bertanya
pada Reina yang berjalan di belakangnya.
“Re, lo liat kadal itu kan, kenapa dia
sendirian?” Reina mendekati Dias kemudian mengangguk. “Mungkin cari temannya
atau…” belum selesai Reina bicara tapi Dias memotongnya. “Maybe cari makanan!”
Mereka berdua terus membicarakan soal
kadal tersebut. Namun kadal itu seketika menghilang sehingga mereka berhenti
membicarakan seekor kadal. Kemudian mereka berjalan menuju rumah masing-masing.
Itulah jalan yang sering di tempuh Reina ketika pulang sekolah. Reina
senyum-senyum sendiri ketika mengingat kejadian tadi siang.
Esok pagi di sekolah suasana kelas
Reina gempar. Dias salah satu penghuni kelas tersebut akan pindah keluar Jawa
ikut ayahnya yang ditugaskan ke Sumatera.
“Re! Kabar buruk Re, kabar buruk!”
Faya berlari menghampiri Reina yang baru masuk kelas. Fay menceritakan semua
tentang Dias. Reina kaget, namun dia masih diam.
“Lo kok nggak sedih Re? Lo kan suka doi.” Reina
tetap terbungkam tidak menjawab pertanyaan Fay. Setelah meletakkan tas, Reina
kemudian keluar kelas dan duduk di koridor sekolah.
“Jangan diem aja dong! Lo sedih kan?” Fay terus
bertanya. “Gue gapapa kok.” Reina menjawab dengan lemas.
Namun di dalam hati Reina masih sedih.
Reina belum sempat tau gimana perasaan Dias terhadapnya. Reina berjanji jika
Dias telah pulang nanti dia akan mengatakan semua isi hatinya kepada Dias
walaupun itu akan memalukan dirinya. Bukannya Reina muka tembok but, Dias
merupakan orang pertama yang mampu membuka pintu hatinya bisa dibilang First
Love. Sejak dia kenal Dias, Reina tidak pernah merasa kesepian seperti dulu.
To be continued
Rabu, 25 Desember 2013
C.I.N.T.A
Cinta.
Hemm satu kata penuh makna. Hidup ini memang enggak jauh-jauh sama yang namanya
CINTA.
“By
the way, apa sih cinta?” *sokpolos
Menurut
gue sih cinta itu sulit di ucapkan dengan kata-kata tapi sebenarnya semua orang
bisa memahaminya.
Para pecinta mendeskripsikan cinta begini
adanya:
o Cinta itu kayak pocong,
bisa loncat-loncat dari satu hati ke hati yang lain.
o Cinta itu kayak sundel bolong,
depannya aja mulus tapi di belakang....*pikir aja sendiri.
o Cinta itu kayak tuyul,
kalo nggak ada duit ya nggak bisa jalan.
o Cinta itu kayak
tengkorak, meski bisa disatukan tapi gampang berantakan.
o Cinta itu kayak
jelangkung, dateng nggak dijemput pulang nggak dianter.
o Cinta itu kayak
kuntilanak, kalo nggak kuat nahan diri pasti deh ujung-ujungnya gendong anak =D
o Cinta itu kayak sosis. So
Nice ! So Good !
o Cinta itu kayak makanan
tanpa bahan pengawet. Cepet kadaluarsa.
o Cinta itu kayak sampah
non-organik, butuh waktu lama untuk menghancurkannya.
o Cinta itu kayak peluru.
Sekali nancep ke hati, sakitnya itu luar biasa.
o Cinta itu kayak upil.
Udah susah payah dicari, namun akhirnya dibuang sia–sia.
o Cinta itu kayak kentut.
Ditahan sakit, dikeluarin malu.
o Cinta itu kayak angin.
Bisa dirasakan, tapi nggak bisa diliat.
o Cinta itu kayak badut.
Membawa keceriaan dikala sedih.
o Cinta itu kayak kopi.
Segar diluar, tapi pahit di dalam.
o Cinta itu kayak es krim coklat.
Bikin mood naik 100%.
o Cinta itu kayak angkot.
Kadang ada yang nggak kebagian.
o Cinta itu kayak awan.
Putih, bersih, suci. Tapi yang jelas....
o Cinta itu kayak KAMU bisa
bikin aku lupa diri & melting tiap kalipapasan/ketemu KAMU #eeaaaaaa
Selagi
masih muda, cinta itu cuma jadi ajang kegalauan doang. Cuma 30% pasangan yang
benar-benar pacaran di masa SMA karena cinta yang real, yang lain imitate. So nikmati
ajalah yang namanya CINTA =))
Rabu, 18 Desember 2013
Cinemagraph
Holla :D
Lama nih gak nengokin blog ini, udah banyak banget aja
sarang laba – labanya *bersih-bersih*
Karena lamanya sampe bingung sendiri mau posting apa, gak
ada inspirasi gitu deh, gak ada unek – unek juga yang mau disampein, enaknya
posting apa ni? *garuk-garukkepala*
Krik …krikk… krikkk…kriiikkkk…
Kenapa jadi hening gini? jawab kek? -___-
Okelah, karena gak ada yang mau bantu gue jawab, gue
putusin untuk ngisi postingan kali ini dengan Cinemagraph.
Cinemagraph adalah sebuah eksperimen dari format GIF yang
baru. Cinemagraph masih tergolong dalam fotografi, yang membedakannya
adalah ada gerakan kecil dan berulang terjadi pada gambar tersebut.
Dengan teknik fotografi, dimana menggabungkan beberapa frame foto yang
berkelanjutan. Nah, pada bagian tertentu, akan membentuk sebuah animasi.
Pada dasarnya, teknik ini secara visual adalah hasil foto diam. Tapi,
jika kita perhatikan dengan seksama, terselip animasi yang jelas
menarik. "Cinemagraph" Istilah ini diciptakan oleh Kevin Burg (Desainer) dan Jamie Beck (Fotografer) pada tahun 2011.
![]() | ||||
| Blast of wind |
![]() | |
| Shining Bright |
![]() | |
| Hot Coffee |
![]() | |
| Swell |
![]() |
| Traffic |
Tutorial
Jika anda tertarik ingin membuat foto seperti contoh-contoh diatas, berikut ini kami berikan beberapa website yang memberikan tutorial cara membuat photo cinemagraphs.
Langganan:
Postingan (Atom)






