Minggu, 12 Januari 2014

Lorong Dimensi (Arti Sahabat)



“Lo gila ya Fay? Gimana bisa lo nyomblangin gue sama mantan lo.” Sergah Reina.
“Faras sendiri yang minta, ya gue kabulin.” Jawab Faya.

Memang benar apa kata pepatah; mati satu tumbuh seribu. Setelah hampir satu tahun kepergian Dias, muncul seorang yang ingin jadi pengganti Dias dikehidupannya Reina. Faras adalah mantan pacar sahabatnya Reina, dia juga kakak kelas Reina di SMA sekarang Faras masih kelas 3. Faras lebih sering menghubungi Reina, dia sengaja meminta nomor handphone Reina pada Faya. Sebenarnya Reina merasa tak nyaman sama Fay, tapi perhatian Faras membuatnya luluh. Tapi untuk sekedar melupakan Dias bolehlah pikirnya. Hingga suatu saat.
“Re, gue sayang sama lo. Lo mau kan jadi hawi gue?” ucapan Faras mengagetkan Reina.
“Kak, lo mantan sahabat gue, gue nggak mungkin jadian sama mantan sahabat gue sendiri. Gue takut dia tersakiti.”
“Udahlah Re, Fay tidak apa-apa kok. Dia ikhlasin gue, gue tuh cuma temenan aja sama dia sekarang.”

Tiba-tiba panggilan teleponpun tertahan, dan tiba-tiba ada suara Fay.
“Re, santai aja. Kita udah nggak ada apa-apa, lagian gue nggak mungkin ngabulin permintaan dia buat minta comblangin sama lo kalau gue masih sayang sama dia.” Ucap Faya.
“Tapi  Fay…”
“Sebenarnya gue masih cinta sama kak Faras, tapi berhubung buat sahabat gue tak apalah.” Hati kecil Fayapun berbicara.
“Udah denger sendiri kan? Fay aja gak apa-apa.” Faras memotong kalimat Reina dan Fayapun mematikan teleponnya.
“Jadi gimana?” Tanya Faras lagi.
“Sebenernya sih gue juga sayang sama lo cuma..”
“Thanks ya Re, gue seneng banget. Jadi lo mau jadi pacar gue.” Lagi-lagi Faras memotong kalimat Reina. Dia hanya bisa menganggukkan kepala.
“Iya kak.” Jawab Reina kemudian.

*SKIPTHISDAY*
Tak terasa sudah seminggu Reina jadian sama Faras. Memang indah, karena perhatian Faras mampu melunakkan hatinya. Namun lama-kelamaan Reina semakin merasa bersalah dengan Faya. Hingga suatu hari Faras terkejut dengan ucapan Reina.
“Kak, kayaknya hubungan kita udah gak bisa dilanjutin lagi deh. Gue terus merasa bersalah sama Fay, gue tahu perasaan dia gimana ngeliat kita jalan berdua. Walaupun dia nggak bilang, tapi aku tahu.” Ucap Reina.
“Re, Faya tak seperti itu. Dia ikut seneng kok ngeliat kita. Lagian tak ada apa-apa juga kan, nggak ada yang berubah kan dari sikap Fay semenjak kita jadian.”
“Iya, tapi gue tahu perasaan dia sebenarnya. Lebih baik kita temenan aja dulu ya.” Reina tetap nekad pengen putus sama Faras. Sesaat dia terdiam.
“Hmm yasudah kalau memang itu mau kamu. Tapi kita tetep temenan kan, gak apa-apa kan kalo gue tetap sayang sama lo?” Ucap Faras kemudian.
Reina hanya mengangguk lalu pergi dari hadapan Faras.

*SKIPTHISDAY*
Suatu hari Faya menanyakan sesuatu pada Reina, ternyata dia heran melihat Reina dan Faras sudah jarang kelihatan berdua.
“Re, gue nggak pernah lagi liat kak Faras sama loe jalan.”
“Mmm gue udah nggak sama kak Faras lagi Fay. Gue ngak enak sama lo, gimana perasaan lo liat kita jalan, lo kan mantannya doi.” Jawab Reina jujur.
“Ya ampun Re nggak gitu juga keles. Gue nyantai aja, lagian gue udah move on. Ngapain sih lo mutusin dia? Gue ikut seneng liat dia sama lo jadian. Gue tahu lo baik buat dia.” Jelas Faya. Reina hanya bisa terdiam dan mengangkat bahu.
“Apa daya, nasi sudah menjadi bubur.” Lanjut Reina.
“Gue yakin sebentar lagi dia bakal minta lo buat  balikan lagi sama dia. Gue tahu kak Faras gimana.”

Sepulang sekolah, tanpa ganti baju lagi Reina langsung merebahkan diri di kasur empuknya. Saat baru akan memejamkan mata, dering handphone mengejutkannya dan tertera nama kak Faras di sana.
“Bek, ada papa kak?” Tanya Reina.
“Kamu lagi ngapain Re? Sudah makan belom? Aku ganggu nggak?” Tanya Faras bertubi-tubi.
“Nggak lagi ngapa-ngapain. Nggak kok nggak ganggu.” Jawab Reina seadanya.
“Gimana kabar kamu, baik-baik saja kan?” Tanya Faras lagi.
“Very well thanks. And you?”
“Not bad. Ya udah Re, baik-baik ya. Gue cuma pengen denger suara lo aja kok.” Ucap Faras kemudian dan dia langsung mematikan telepon. Mendengar ucapan terakhirnya, Reina terdiam.

*SKIPTHISDAY*
Mentaripun mulai menampakkan sinarnya di ufuk timur. Dengan warna orange yang menyegarkan, Reina sambut ceria hari demi hari yang ia jalani. Setelah kemarin pengumuman kelulusan tingkat 3. Hari ini adalah hari menyedihkan bagi Reina. Why? Sekarang adalah the farewell party of class XII Senior High School Nuansa Alam. Reina’s sweetheart akan pergi begitu saja. Ya, seorang charming prince yang selalu ngebuat Reina merasa nyaman ketika didekatnya. Semua siswanya mengenakan kebaya adat Jawa.

Reina berangkat menuju sekolah tercinta. Sesampainya di pintu gerbang
“Hey Re!! You look very beautiful today.” Kata sahabatnya, Faya.
“Ah lo mah bisa aja. It was nothing, really.” Jawabnya.
“I think your style also great”
“Nah, I (don’t) think so. Thank you, you more.”
“Aakkk thanks ya. Masuk yuk.”
“Ayok.”

Sesampainya di aula tempat acara perpisahan diselenggarakan, mereka menghampiri teman-teman lainnya. Acara demi acarapun usai, sekarang giliran acara hiburan.
“Eh kak Faras tuh !!” Sambil menunjuk pada seseorang yang bagi Reina adalah Pangeran yang jatuh dari kayangan hanya untuk Reina seorang.
Faras perform acoustic-an membawakan  dua buah lagu yaitu ‘till the end of time dan your guardian angel.
“Lagu ini gue persembahkan buat Reina.” Tutur Faras.
“Cie cieee” teriak murid Nuansa Alam tak terkecuali Faya. Namun Reina hanya senyum-senyum malu.

I try to resist what my heart feels
But I'm falling into pieces
Drifting further away from you
Everything won't seem right
If you were here with me
You'd brush away this loneliness from me

There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me

And brush away this loneliness from me

Everything was seem so right
If you were here with me
Everything was seem right.. once again
I need you here with me

There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me
You'd brush away this loneliness from me

Till the end of time... {x2}

There will never be another by my side
Because all I am is just for you
And there can never be another by my side
I need you here with me You brush away this loneliness from me

Till the end of time... {x2}

“Okay, lagu kedua juga masih buat Reina.” Lanjutnya.

When I see your smile
Tears roll down my face I can't replace
And now that I'm strong I have figured out
How this world turns cold and it breaks through my soul
And I know I'll find deep inside me I can be the one

I will never let you fall (let you fall)
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven

It's okay. It's okay. It's okay.
Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I'll be the one

I will never let you fall (let you fall)
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven

Cause you're my, you're my, my, my true love, my whole heart
Please don't throw that away
Cuz I'm here for you
Please don't walk away and
Please tell me you'll stay woah, stay woah

Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I'll be okay
Though my skies are turning gray

I will never let you fall
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven

“Thank you.” Kemudian Faras turun dari panggung lalu menghampiri Reina dan memberikan setangkai bunga mawar merah.
“Bunganya cantik. Makasih ya kak.” Ucap Reina sambil tersenyum.
“Cantikan kamu dong Re.” ledek Faras.
“Jangan gitu kak, jadi malu ah.”
“Gini Re, rencananya gue mau ngelanjutin kuliah di UGM Yogya. Lo mau kan LDR-an sama gue?”
“...” Reina hanya menganggukkan kepalanya.

*Seminggu kemudian*
Faraspun mulai bersiap-siap. Dengan memakai kaos dan snapback dari Shining Bright dan sepatu kets, ia keluar dari kamarnya yang penuh kenangan. Perlahan-lahan, Faras mulai melangkah ke masa depan. Tak lupa, ia membawa kenangan bersama Reina selama di Jakarta.

Setelah itu, Faras beserta keluarga, Reina dan Faya langsung menuju Bintaro Station. Ini bakal jadi new story buat Reina karena harus ngejalanin Long Distance Relationship. Sesampainya di sana.
“Be carefull baby! Semoga sukses kak, inget ya jangan nakal di sana. Ada kami semua yang nunggu kedatangan kakak kembali.” kata Reina.
“OK” kemudian Faras berpamitan.
Tak terasa, bulir-bulir air mata Reina mengalir di pipinya. Reina tak sanggup menahan kesedihan yang terasa. Ini sangat sulit baginya. Ayolah, ini juga demi masa depan kak Faras juga.

*Touchdown Yogya*
*OnTuguStation*
“Welcome Yogya!” teriak Faras.
Ke kota pelajar kalau belum mampir di Angkringan Lik Man rasanya nggak afdol. Ya, sebelum Faras ke rumah budenya dia makan dulu di Angkringan Lik Man karena selama diperjalanan dia mulai lapar dan perutnya keroncongan.
“Bu, sekul kucing kalian es the setunggal.” Faras memesan makanan dengan logat jawanya yang kental karena dari kecil Faras tinggal di Yogyakarta.
Kemudian Faras melanjutkan perjalanannya menuju rumah bude.
“Assalamualaikum” Faras sambil mengetok pintu depan.
“Waalaikumsalam. Eh Faras, masuk-masuk.” Jawab bude Sarah.
“Nggih bude. Dinda mana?”
“Dinda jalan-jalan sama temennya tadi. Ini kamarmu Ras.”
“Maturnuwun bude.”

Setelah membereskan barang bawaannya, Faras langsung tidur karena seharian kelelahan dan waktu telah menunjukkan pukul 20.00 WIB namun dia belum memberikan kabar kepada Reina.



0 komentar:

Posting Komentar